Meluaskan Harapan Bidikmisi Untuk Ekonomi Kelas Bawah
Menggapai
asa, memutus mata rantai kemiskinan adalah semboyan yang kaya makna. Semboyan
itu disematkan pada program unggulan pendidikan bernama Bidikmisi.
Sedangkan
definisi Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan bagi calon
mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk
menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai
lulus tepat waktu.
Dua
point mendasar telah menjadi pijakan bagi program ini, yakni dalam standar
ekonomi dan yang kedua dalam standar akademik. Tentu jika lebih kritis lagi,
dengan mengacu pada dikotomi akademik dan non akademik. Maka program ini masih
belum sempurna, karena tidak mampu mengakomodasi kalangan ekonomi tidak mampu
yang memiliki potensi di luar bidang akademik.
Terlepas
dari kelemahan di atas, berdasarkan data terakhir yang dihimpun oleh
Kementerian Ristek & Dikti (2016), total terdapat lebih dari 352 ribu mahasiswa
menerima program Bidikmisi. Dari jumlah itu, sebanyak 87 ribu telah
menyelasaikan pendidikannya, dan 75 ribu diantaranya adalah mahasiswa baru.
Belum diketahui seberapa banyak mahasiswa Bidikmisi yang tidak dapat
menyelesaikan studinya tepat waktu.
Dari
angka-angka ini, berdasarkan data penerimaan mahasiswa baru 2016, diketahui
bahwa rasio perbandingan antara calon mahasiswa pelamar yang telah diterima
ialah 5 : 1. Tingginya peminatan dan minimnya daya tampung perguruan tinggi
serta faktor anggaran adalah tantangan yang harusnya dijawab agar program ini
dapat menjadi pilar penyangga utama, bahwa pemerataan pendidikan yang
berkeadilan benar-benar sedang dikerjakan oleh pemerintah.
Terutama
jika diteliti, mengacu pada data tahun 2016, ternyata lebih dari 82% penerima
Bidikmisi memiliki Indeks Prestasi Kumulatif di atas 3.00. Dengan rasio
penerimaan minimal 20% dari setiap Perguruan Tinggi Negeri, maka angka prestasi
mahasiswa Bidikmisi pastilah memberikan efek peningkatan kualitas dan iklim
akademik bagi perbaikan Perguruan Tinggi.
Disinilah
secara jelas, bahwa Bidikmisi adalah bagian strategi yang strategis dalam
rangka mendorong kemajuan bangsa. Capaian yang ditorehkan oleh para mahasiswa
dan alumninya adalah satu dari banyak hal nyata yang bisa diklaim sebagai efek
dari program ini. Perubahan lain yang sangat berharga disumbangkan dari
Bidikmisi ialah tentang upaya untuk merubah paradigma kelas bahwa perguruan
tinggi tidak lagi identik dengan kelas eksekutif saja. Semua kelas bisa
memiliki kesempatan yang sama meski dalam batas-batas prasyarat yang ditentukan
pada kadar akademik yang rasional dan berkeadilan.
Pada
gilirannya, nilai aktual Bidikmisi tidak boleh disangga semata oleh pemerintah.
Peran kinerja keaktivisan baik oleh mahasiswa maupun alumni Bidikmisi akan
menjadi pilar yang menentukan di dalam memanajemen Bidikmisi sebagai sebuah
gagasan yang besar. Semboyan “menggapai asa, dan memutus mata rantai
kemiskinan” tidak boleh terhenti pada pribadi masing-masing. Melainkan harus
juga menjadi besar dalam lingkup skala negara dan bangsa Indonesia.
Rengkuhan
tangan untuk menggapai asa Bersama Indonesia, adalah rengkuhan dalam
mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan yang adil dan
beradab di dalam memutus mata rantai kemiskinan.
Post a Comment